Online

Terdapat 4 Tamu online

Links


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
Di Udara Berjaya Atasi Ancaman Bencana PDF Cetak E-mail
Oleh Mart Widie   
Kamis, 19 Februari 2009 08:22

Hidup di wilayah yang rentan bencana, warga butuh pengetahuan cukup tentang pengurangan risiko bencana. Salah satu langkah pengurangan risiko bencana yang sangat menentukan adalah pengelolaan informasi dan komunikasi. Sebelum bencana terjadi, informasi dan komunikasi berperan sebagai media penyadaran akan pentingnya pengurangan risiko bencana. Pada saat bencana, informasi dan komunikasi berfungsi sebagai sistem peringatan dini. Setelah terjadinya bencana, informasi dan komunikasi memberikan dukungan pada penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

 Buku ini berisi dokumentasi pengalaman-pengalaman berbagai pihak yang mengelola media informasi dan komunikasi dalam kerja-kerja penanggulangan bencana, khususnya radio komunitas. Saat bencana radio komunitas menjadi pusat kegiatan warga, seperti pencatatan korban, pengaturan distribusi logistik, media informasi warga, dan mengurangi kecemasan para korban. Semua inisiatif berasal dari warga membuktikan kecerdasan komunitas saat berhadapan dengan bencana.

Contoh menarik dapat Anda baca dari pengalaman warga saat gempa di Kepulauan Mentawai. Umumnya, warga Mentawai memantau perkembangan informasi bencana dari televisi. Sayangnya, televisi tidak menyiarkan berita-berita lokal secara detail sehingga memudahkan warga untuk mendistribusikan bantuan dan pertolongan. Saat itulah warga melakukan kerja-kerja pengelolaan informasi berbasis lokal melalui radio, spanduk, pamflet, dan lain-lain sebagai acuan untuk bertindak secara tepat.

Hal serupa dilakukan oleh Komunitas Lereng Merapi. Saat terjadinya letusan gunung, Radio Komunitas di Lereng merapi saling berkomunikasi melalui teknologi internet. Teknologi ini membuka ruang bagi warga merapi untuk mengetahui informasi penting terkait dengan nasibnya. Radio menyiarkan berita-berita secara langsung. Saat radio rusak mereka mencetak (printing) berita dalam bentuk koran selembar.

Pengalaman-pengalaman di atas perlu disebarluaskan sebab persoalan utama berkaitan dengan pengelolaan bencana bermula dari dikesampingkannya akses informasi sebagai hak dasar warga negara. Informasi yang cepat, akurat, dan tepat sasaran merupakan  dasar untuk berlindung dan selamat dari ancaman bencana.

"Ini buku menarik. Materi isinya spesifik, ditulis dari pengalaman radio komunitas saat bencana mengusik."

Selamat membaca.

Judul Buku : Mengudara Menjawab Ancaman: Geliat Radio Komunitas dalam Penanggulangan Bencana | Penulis : Afrizal dkk. | Penyunting : Ahmad Nasir dkk. | Penerbit : Combine Resource Institution Yogyakarta | Edisi : 1, Januari 2009 | Ukuran : 15 x 22 cm; xii +212 hlm
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Terakhir Diupdate ( Kamis, 19 Februari 2009 08:23 )