Online

Terdapat 5 Tamu online

Links


  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
Suara Korban Bencana
Harimau Sumatera Masuk Kampung
Kamis, 16 April 2009 04:59
SELAGAI LINGGA. Pagi ini (16/4), masyarakat kampung Pekandangan, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung dikejutkan dengan temuan bangkai kambing di kandang milik Salim. Bangkai kambing tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan dengan luka cabikan dan gigitan dari seekor harimau Sumatera (Pantera tigris sumatraensis).

Harimau Sumatera tersebut diperkirakan masuk kampung pada tengah malam dan langsung mencari hewan ternak untuk mangsa dan dimakan. Naas, ternak kambing milik Salim yang kemudian jadi mangsa. Namun, karena di dinding kandang yang terlalu kecil dan sempit, bangkai kambing tersebut ditinggalkan begitu saja oleh harimau Sumatera tersebut.

Beruntung, setelah gagal memangsa ternak kambing, harimau Sumatera itu tidak berkeliaran mencari mangsa yang lain. Kejadian harimau Sumatera masuk kampung seperti ini bukanlah kejadian kali pertama, Harimau Sumatera di kawasan hutan Pubian sering masuk kampung karena hutan yang rusak dan kekurangan makanan. (Adam Sori)

Sumber: Radio Bimantara FM, Lampung

 
SITU GINTUNG
Selasa, 14 April 2009 09:03

Laporan Walhi Belum Direspons Polri
Selasa, 14 April 2009.



Jakarta, Kompas - Laporan Walhi ke Mabes Polri soal dugaan kelalaian
dalam kasus jebolnya tanggul Situ Gintung hingga kini belum jelas
kelanjutannya. Setelah sepekan sejak diserahkan ke Mabes Polri, laporan
itu belum juga teregistrasi secara sah sebagai laporan karena pihak
Walhi belum mendapatkan nomor laporan polisi.

Menurut Juru Kampanye Air dan Pangan Walhi Erwin Usman, Walhi berencana
mengirim kembali surat kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang
Hendarso Danuri meskipun hal itu bukanlah bagian dari prosedur pelaporan
suatu perkara.

”Tidak ada kejelasan mengapa seperti itu. Kami sudah mengikuti prosedur
di SPK (sentra pelayanan kepolisian). Dan, seperti disebut program quick
win, surat akan direspons dalam tiga hari, ini sudah lebih. Kami
pertanyakan program quick win itu,” ujar Erwin.

Walhi yang tergabung dalam Tim Advokasi Situ Gintung melaporkan dugaan
kelalaian dalam peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung pada Selasa
(7/4) lalu kepada Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Namun, saat itu
upaya Walhi terbentur birokrasi yang tidak jelas di SPK Bareskrim.
Setelah sekitar dua jam mengurus laporan, laporan Walhi tidak juga
diregistrasi secara resmi oleh petugas SPK. Sebaliknya, laporan itu
akhirnya hanya dianggap masukan.

 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

Halaman 6 dari 16



Partisipan SUARA