|
Senin, 08 Juni 2009 02:57 |
|
Tanggal 27 Mei 2006 gempa bumi melanda Bantul yg berakibat lumpuhnya perekonomian untuk waktu yang lama. Musibah itu ada hikmahnya. Perhatiaan dan bantuan dari pemerintah, swasta, bahkan sampai luar negeri. Salah satu yg menerima bantuan itu adalah dusun kami yaitu Joho Jambidan Banguntapan Bantul berupa dana pemulihaan perumahan,ekonomi,kesenian,kesehatan.
Bantuan dalam 1 tahun ini didampingi oleh lLSM-LSM yg ahli di bidangnya. Untuk ekonomi didampi oleh ASPPUK. Dibentuklah LKP yg memberikan pinjaman kepada perempuan usaha kecil di Joho dengan cara tanggung renteng. Kelompok ini dinamakan LKP KRIDO MULYO yang anggotanya 51 orang terdiri dari bermacam-macam jenis usaha dan dijadikan 5 kelompok. |
|
|
Jumat, 24 April 2009 10:08 |
|
SLAMET, Jawa Tengah Compiler : Agus Solihin (
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
) Editor : Mas Atje Purbawinata, Asnawir Nasution Keterangan Umum | Nama | : | G. Slamet | | Nama Lain | : | Slamat | | Nama Kawah | : | K1, K2, K3 dan K4 | | Lokasi a. Geografi b. Administratif | : : | 7�14,30' Lintang Selatan dan 109�12,30 Bujur Timur Kab.Pemalang, Kab. Banyumas dan Kab. Brebes, Kab. Tegal dan Kab. Pubalingga, Jawa Tengah | | Ketinggian | : | 3432 m dml | | Kota Terdekat | : | Bumiayu, Purwokerto, Purbalingga | | Tipe Gunungapi | : | Strato | | Pos Pengamatan | : | Desa Gambuhan, Kab. Pemalang | Cara Pencapaian Untuk mencapai kawah G. Slamet, pendakiannya dilakukan dari arah timur, yakni dari Bambangan. Pada tahun 1853, Junghuhn mendaki puncak G. Slamet melalui kampung Priatin, sebelah timur Kutabawa. Dalam 1923 Taverne mendaki puncaknya juga dari arah timur. Matahelumual (1961) dan Siswowidjojo (1970) mendaki puncaknya dari kampung Bambangan. Dalam tahun 1973 pendakian dari sini sampai puncaknya memerlukan waktu lk. 7 jam, kembalinya hanya dalam waktu 3 jam. Sampai ketinggian 1400 m dimana - mana masih terdapat kebun rakyat, dan setelah itu sampai ketinggian 1700 m yang ada hanya hutan pinus. Selanjutnya melalui hutan lebat dengan kayu - kayuan yang besar sampai ketinggian 2600 m, disini sebagian jalan setapak harus dirintis karena tertutup semak belukar. Sampai ketinggian lk. 3220 m masih terdapat berbagai tumbuhan kekayuan, diantaranya kayu tanganan dan wanarasa, dan makin ke atas lagi di puncaknya gundul, yang ada hanya batuan lepas (Hamidi, 1973). Kependudukan Daerah G. Slamet mulai dari puncak hingga kakinya dibagi ke dalam 5 wilayah kabupaten. Sektor barat - baratlaut termasuk wilayah Kabupaten Brebes, sektor utara termasuk wilayah Kabupaten Tegal, sektor timurlaut - tenggara termasuk wilayah Kabupaten Purbalingga dan sektor selatan - baratdaya termasuk wilayah Kabupaten Banyumas. |
|
|
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»
|
|
Halaman 4 dari 16 |